The Anatomy of Heart in Four Acts

 

The Anatomy of Heart in Four Acts

A Chapter Overview to in lieu of sorrow, november goes painfully sweet

I: season of daffodils

(Musim Bunga Daffodil)


Permulaan

    Bagian pembuka ini laksana musim semi yang merekah: tentang rasa yang terpendam, pedihnya penyesalan yang datang terlambat, dan menyaksikan seseorang pergi sebelum kita menyadari arti keberadaannya. Bunga daffodil melambangkan awal baru dan harapan, namun di sini ia justru menjadi pengingat akan kesempatan yang terlewat dan patah hati pertama yang bisu. 

    Momen-momen sederhana diromantisasi; sebuah buku yang dipinjamkan, sapaan manis. Puisi-prosanya menghadirkan kenaifan pada usia tujuh belas.

daffodil mengejekku dengan riangnya,
seakan mengingatkanku pada
setiap kesempatan yang kulewatkan

Jumlah puisi prosa: 19
Daftar judul

1.    the boy who asked for my name
2.    all that i was, all that i wasn’t
3.    when the tables turned
4.    a confession hug soundtrack
5.    the girl in the background
6.    i lent you a book
7.    halfway through the movie
8.    a love that hid in corners
9.    the unlikely heroine
10.  i mistook the show for something real
11.  shmily
12.  season of daffodils
13.  turning 18 and barely begun life
14.  muted thoughts
15.  everything seems bleak
16.  a sky without constellations
17.  blurred and slipped away
18.  embrace what makes you feel loved and worthy
19.  in the crowd, i think of you 

 

 II: the epitome of everything

(Representasi Dari Segala Yang Dicari)

Tiga Degup Jantung

    Seseorang mampu menjelma menjadi representasi dari segala yang dicari pada sosok manusia: bersinar, menginspirasi, menawan. Namun seiring cerita berjalan, subjektivitas berubah menjadi kesadaran yang pahit. Nada puisi prosanya bergeser dari pesona menjadi ironi, mengungkap cacat di balik sosok yang dikagumi.

    Di sinilah perasaan yang terlalu dalam menemukan jalannya menuju puisi. Secara sederhana, bagian ini bercerita tentang memilih antara idealisme pertemanan atau kedamaian diri, dan tentang mempercayai seseorang melebihi batas. Ini tentang jatuh pada potensi seseorang, hanya untuk menyadari bahwa mereka tetaplah manusia biasa.

kalian berdua tetap beracun
mimpi buruk yang terpahat dari harapan semu
tempat sentimen dan kemarahan menyatu

Jumlah puisi prosa: 23
Daftar judul

20.  what does nineteen remind you of?

21.  guided by grace           

22.  a passer-by on my pages

23.  abundance of irony

24.  i admire you

25.  i still write about you

26.  yearning is a daunting thing

27.  i no longer dream of you

28.  pity is akin to love

29.  a vulnerability of human heart

30.  fun playing

31.  i find myself in poetry

32.  no coincidence

33.  we love love, don’t we?

34.  legendary

35.  a torment divine

36.  searching for you behind the closed door       

37.  i don’t think i’m capable of loving you as before

38.  my muse, my vow in vitrine

39.  meant to be

40.  fragments in a box

41.  requiem in nocturne

42.  she must be even dearer to you now 

 

 III: the 19th love theory

(Teori Cinta Usia 19)

Ketersinggungan dan Sarkasme

    Bab ketiga ini menyelami tema besar utama, yaitu unrequited love (cinta tak terbalas); bagaimana itu membentuk jati diri, ditanggung, dan melukai. Puisi dan prosanya mulai mempertanyakan apa itu cinta, atau apakah itu pernah ada sama sekali sejak awal. Ini patah hati, namun jenis yang lebih membingungkan daripada menyakitkan.

    Di antara harap dan dongkol, pemahaman pelan-pelan muncul: bahwa cinta itu tak bisa terbalas. Di sini, kamu akan menemukan banyak sarkasme; yang sesungguhnya hanyalah kesedihan dalam penyamaran.

disuruh menelantarkannya sama saja seperti
mengelupas kulitku sendiri hingga terkoyak
seperti mendengar ratapan dari kejauhan, lalu
menyadari suara itu berasal dari relung hati terdalam

Jumlah puisi prosa: 24
Daftar judul

43.  why wouldn’t you just love me back?
44.  until then, darling lover
45.  your heart is safe here
46.  the man, the muse, the oblivious
47.  love, delayed
48.  a hidden truth
49.  unconditional
50.  a thorn in the flesh
51.  i loved you, very dearly
52.  a drift in a haze           
53.  i cannot make him love me, so i turned him into poetry
54.  keep growing enchantingly
55.  as beautiful as the moon
56.  ephemeral
57.  green
58.  in lieu of sorrow, november goes painfully sweet
59.  you always feel like home
60.  altruistic is my middle name
61.  cordially entangled
62.  how about us laugh together instead?
63.  those lovers there could be us
64.  they’re not you
65.  suppressed
66.  the empath, the story-teller, the schemer 
 

 IV: the nastenka in me

(Nastenka Dalam Diriku)



Refleksi dan Kesimpulan

    Terinspirasi oleh tokoh Nastenka dari White Nights karya Dostoevsky, bab terakhir ini adalah sebuah renungan yang lebih matang. Sang penulis tak hanya melihat dirinya sebagai yang tak dicintai, tetapi juga sebagai yang tak mencintai balik. Ini tentang rasa bersalah, pengekangan, dan keanggunan untuk tidak memilih. Seorang gadis yang pernah mencinta dalam diam … dan kadang, tidak sama sekali.

    Ada lebih banyak introspeksi, kefrustrasian pada belitan emosi, dan pada akhirnya, sebuah penerimaan. Ini tentang merajut kembali diri usai luka: lahirnya suara yang lebih bijak, namun tetap lembut.

aku kerap pergi menjauh dari
mereka yang menetap, hanya untuk
mengejar dia yang tak pernah melakukannya

Jumlah puisi prosa: 24
Daftar judul

67.  missing you indeed comes in waves

68.  a catalyst to my artistry

69.  becoming a stranger

70.  two different worlds

71.  a retcon

72.  the elegy of ash and devotion

73.  today is a wedding day 

74.  you are my redemption

75.  guillotine proposal

76.  the arsonist

77.  never get it right

78.  pine cone seed

79.  laughing at my own defeat

80.  the nastenka in me

81.  i knew, but i stayed

82.  ophelia

83.  between longing and resolve

84.  somebody needs to tell you

85.  in the wake of you

86.  when it’s too late to remember

87.  unfiltered

88.  you, in all your radiance

89.  the spiral of love

90.  paper boats and bullet quill 

TRIVIA

"Sweet November. Beri tahu kita tentang asal-usul buku ini ditulis."
    Ini cerita yang cukup modern, lho.
    Sebelum menjadi buku kuning yang bisa kalian pegang, debutnya justru bermula dari dua video YouTube berjudul "The Trilogy Poems of Unrequited Love" yang secara berurutan dirilis pada 18 April dan 29 Desember 2024.


    Sungguh menarik melihat bagaimana sebuah karya tulisan di era digital bisa bermula dari platform online, menemukan pembacanya terlebih dahulu, sebelum akhirnya menjadi buku fisik. Proses ini membuat pengalaman membaca terasa begitu personal, seperti kita diajak menyelami sebuah kisah yang telah lama hadir dan terjaga.
    Klik di sini untuk link Youtubenya. Bagi para pembacaku, kalian gak akan mau melewati pengalaman membaca tulisanku yang dikemas dalam bentuk video lengkap dengan visualisasi dan audio yang kupilih sendiri, he he 🌝.

Happy reading.
---
Your heart is safe here. 
We can always love and be loved. 
Shop now.

Online shop
Available on your beloved e-commerce: click here.






Komentar

Postingan Populer