Perihal hati dan Pemiliknya
+ Pre-launching my independent zine "Quire" Aku mau mengingatkan kita perihal hati dan Pemiliknya yang jangan sampai terlupakan apalagi dipisahkan. Bahkan seorang ibu saja tidak bisa mengklaim hati anaknya adalah miliknya. Bahkan seorang guru harus kerap kali diingatkan untuk mengajar dengan hati—atau muridnya akan sukar menelan ilmu—tanpa memaksa hati mereka harus selaras, sebab yang mampu menggerakkan hati tetaplah Ia seorang. Sedikit kuselipkan pula benih tema discreet di beberapa penggalan puisi prosa dalam buku pertamaku. Kisah-kisah yang tampak berjarak itu pada akhirnya berpadu dalam satu pemahaman yang sama; bahwa hati manusia tak pernah sungguh menjadi miliknya sendiri, melainkan senantiasa kembali pada Pemiliknya. no, we will never be ‘us’ wholly if we do not first obey Him i shut down the light for a return to something truer, clearer, and that is His only. - in lieu of sorrow, november goes pa...

